Foto, Film dan Upaya Pengurangan Risiko Bencana

Foto, Film dan Upaya Pengurangan Risiko Bencana
'

Bencana bukan hanya urusan pemerintah, tetapi bencana menjadi urusan kita semua, untuk itulah Platform Nasional, melalui berbagai kegiatan ingin merangkul sebanyak-banyaknya anak muda. Mengapa anak-anak muda? Karena anak-anak muda jauh lebih mudah menerima hal-hal baru dan sangat mudah berjejaring, dan seringkali memiliki ide-ide di luar kebiasaan, demikian beberapa hal yang disampaikan oleh Trinirmalaningrum, Sekjen Platform Nasional (Planas), dalam pembukaan pelatihan Fotografi yang diselenggarakan oleh Planas.

Trinirmalaningrum juga menambahkan, bahwa tidak hanya itu, anak-anak muda juga penggunna social media yang sangat aktif. Sehingga bila informasi tentang upaya-upaya pengurangan risiko bencana dapat disebarluaskan melalui telepon pintar, maka seperti getuk-tular informasi tersebut dapat tersebar dengan cepat. Selain itu Planas juga berniat untuk menjadikan anak-anak muda sebagai bagian dari kampanye pengurangan risiko bencana di Indonesia. Untuk itulah melalui program “Enhancement Institutional Capacity Building (EICAB) on Disaster Risk Reduction (DRR)”, Planas melalui portal kebencanaan Disaster Channel (DC) yang dikelola oleh Planas ingin memperluas jejaring kepada anak-anak muda, diharapkan anak-anak muda ini dapat menularkan  pengetahuannya tentang kebencanaan, dan terlibat aktif menjadi jurnalis-jurnalis warga yang dapat melaporkan berbagai informasi kebencanaan di situs DC.

Kegiatan pelatihan photography dan film making ini berlangsung selama dua hari  (26-27 Juli), dengan mengundang nara sumber yang sudah professional di bidangnya masing-masing. Peserta dibekali pengetahuan teknis tentang fotografi oleh Rully Kesuma, fotografer professional dari TEMPO dan Amin Panji Wijaya, sutradara muda yang sudah banyak membuat film-film documenter tentang persoalan-persoalan lingkungan. Demikian sambutan yang cukup panjang namun penting dari Sekjen Planas.

Sambutan juga diberikan oleh koordinator DC yang menyampaikan sedikit tentang konsep DC atau apa isi DC.  Koordinator DC juga menyampaikan mengenai perbedaan definisi bencana dari BNPB dan definisi dari berbagai sumber atau dari akademisi. Tujuan dari training ini juga dijelaskan oleh Koordinator DC, yaitu untuk mendapatkan kontributor bagi DC dan juga untuk membangun jaringan PRB. Pada akhir sambutannya disebutkan tentang lomba photography dan film making untuk mengukur pelaksanaan training ini dan untuk mendapatkan kontributor bagi DC yang memahami standar photography dan film making.

Hari pertama, photography training diberikan oleh Rully Kesuma. Ia menyampaikan dalam segmen pertama (hingga siang) dasar2 fotografi. Di segmen terakhir, Rully melengkapi materi training dengan berbagai teknik photography, etika secara umum dalam photography hingga dunia digital photography dan online photography.

Kegiatan training hari ini (Rabu, 27 Juli) masih berlangsung. Hari ini training masih diberikan kepada mahasiswa, kalangan muda dan masyarakat umum. Materi yang diberikan hari ini adalah film making yang diberikan oleh Amin Panji Wijaya seorang film maker yang cukup terkenal dan pernah memenangkan video competition yang dibuat oleh Center for International Forestry Research (CIFOR): THINK FORESTS VIDEO AWARD WINNER (OUR LAND).

 

 

 

 

 

 

 

 

 

 

Comments (0)
Berikan Komentar Anda

Previous PostBelajar Ilmu Bencana di Pameran PIT
Next PostMengenalkan Budaya Sadar Bencana di Cianjur