InaRISK portal hasil kajian risiko yang menggunakan arcgis server sebagai data services yang menggambarkan cakupan wilayah ancaman bencana, populasi terdampak, potensi kerugian fisik (Rp.), potensi kerugian ekonomi (Rp.) dan potensi kerusakan lingkungan (ha) dan terintegrasi dengan realisasi pelaksanaan kegiatan pengurangan risiko bencana sebagai tool monitoring penurunan indeks risiko bencana.

Kontribusi yang diberikan oleh United Nation Development Program (UNDP) adalah dengan menyiapkan data services yang menjadi data utama dalam InaRISK.

InaRISK telah secara resmi diluncurkan penggunaannya oleh Kepala Badan Nasional Penanggulangan Bencana (BNPB) pada tanggal 10 November 2016 yang mana peluncurannya juga dihadiri Kementerian/Lembaga, perwakilan dari Badan PBB, perwakilan organisasi dari negara-negara donor lain (NGO) dan institusi pemerintah terkait lainnya.

Diharapkan InaRISK dapat digunakan oleh semua pihak, termasuk masyarakat dalam menyusun rencana-rencana penanggulangan bencana dan selain sebagai portal untuk sharing data spasial dalam bentuk service gis adalah sebagai:

 

  • Alat diseminasi hasil kajian risiko bencana kepada Pemerintah, Pemda, dan stakeholder lainnya sebagai dasar perencanaan program pengurangan risiko bencana.
  • Membantu Pemerintah, Pemerintah Daerah, dan para pihak dalam menyusun strategi pelaksanaan program, kebijakan, dan kegiatan untuk mengurangi risiko bencana di tingkat nasional hingga daerah.
  • Membantu Pemerintah dalam melakukan pemantauan terhadap capaian penurunan indeks risiko bencana di Indonesia.
  • Menyediakan data spasial untuk kepentingan analisa lainnya, seperti GCDS (Global Center Disaster Statistics), MHEWS, revisi tata ruang, dll.

 

Aplikasi Online InaRISK sendiri dikembangkan dengan produk perangkat lunak gratis :

 

  1. NodeJS

    Node.js® adalah runtime JavaScript yang dibangun di atas mesin V8 yang dikembangkan oleh Google. Node.js menggunakan proses non-blocking I/O yang membuatnya ringan dan efisien. Paket module Node.js, yaitu NPM (Node Package Manager), adalah sebuah ekosistem module terbesar dari perpustakaan open source di dunia. Node.js dirancang untuk membangun aplikasi jaringan yang mudah untuk ditingkatkan, diperluas dan diperbanyak.

  2. PostgreSQL

    PostgreSQL adalah, sistem database relasional open source yang kuat. PostgreSQL memiliki lebih dari 15 tahun pembangunan aktif dan arsitektur yang telah terbukti memiliki reputasi yang kuat untuk keandalan dan integritas data. PostgreSQL berjalan pada semua sistem operasi utama, termasuk Linux, UNIX (AIX, BSD, HP-UX, SGI IRIX, MacOS, Solaris, Tru64), dan Windows.

  3. D3JS

    D3.js adalah library JavaScript untuk memanipulasi dokumen berdasarkan data. D3.js membantu merepresentasikan data ke dalam bentuk HTML, SVG, dan CSS. D3.js menggabungkan komponen visualisasi yang kuat dan pendekatan data-driven untuk manipulasi DOM (Document Object Model).

 

Info lebih lanjut silahkan klik link berikut : inarisk.bnpb.go.id