Sosialisasi Hari Kesiapsiagaan Bencana: Siap Untuk Selamat

Sosialisasi Hari Kesiapsiagaan Bencana: Siap Untuk Selamat
'

Risikobencana.co. Jakarta, 23/4/2018. Badan Nasional Penanggulangan Bencana (BNPB) menggelar sosialisasi Hari Kesiapsiagaan Bencana (HKB). Acara untuk memperingati Hari Kesiapsiagaan Bencana yang jatuh pada 26 April ini digelar di car free day (CFD) di Kawasan Imam Bonjol, Menteng, Jakarta Pusat.

Kepala BNPB Willem Rampangilei mengungkapkan, Indonesia merupakan negara yang sangat rawan bencana. Untuk itu, kesiapsiagaan masyarakat sangat diperlukan.

“kita dilalui cincin api pasific. Sehingga ada kurang lebih 150 juta saudara-saudara kita itu tinggal di daerah rawan bencana gempa bumi, 60 juta tinggal di daerah rawan banjir, 40 juta tinggal di daerah rawan longsor, 4 juta rawan tsunami, 1,1 juta tinggal di daerah rawan erupsi gunung berapi. Jadi itu faktanya,” kata Willem dalam sambutannya, di Kawasan Imam Bonjol, Jakarta Pusat, Minggu (15/4/2018).

Selain itu dilakukan pemberian piagam penghargaan oleh Kepala BNPB kepada 3 organisasi pada tahun 2017 mendukung partisipan terbesar dalam HKB yakni Palang Merah Indonesia (PMI), Muhammadiyah Disaster Management Center (MDMC), Lembaga Penanggulangan Bencana Indonesia Nahdlatul Ulama (LPBI NU).

Kegiatan HKB diawali senam bersama mulai pukul 06.30 WIB, di area CFD, diikuti defile drumb band, pawai untuk menjaring komitmen HKB, sosialisasi dan penjelasan tentang HKB, stand up comedy, pemberian apresiasi dan penghargaan bagi partisipan dengan jumlah peserta terbanyak pada HKB 2017 dan penandatanganan komitmen bersama #Siap Untuk Selamat. Selain itu, pihak panitia juga menyediakan booth medis, family preparedness games, serta safety and security. Para pengunjung bisa ke booth tersebut untuk mendapatkan penjelasan tentang kesiapsiagaan, serta bisa mendapatkan souvenir cantik lainnya. Sebanyak kurang lebih 1000 orang akan hadir dan ikut dalam kegiatan sosialisasi HKB di CFD ini.

Sebelumnya BNPB telah menginisiasi dan akan mencanangkan HKB melalui aksi kesiapsiagaan yang dilaksanakan secara serentak di seluruh Indonesia pada setiap tanggal 26 April. Pemilihan tangal 26 April tersebut merupakan tanggal disahkannya Undang-Undang No.24 tahun 2007 tentang Penanggulangan Bencana. Sejak saat itulah terjadi perubahan besar paradigma dalam Penanggulangan Bencana dari semula yang responsif ke prefentif. Melalui HKB ini selain meningkatkan kesadaran, kewaspadaan dan kesiapsiagaan individu, keluarga dan masyarakat dalam menghadapi risiko bencana, juga untuk meningkatkan partisipasi dan membangun budaya gotong royong, kerelawanan serta kedermawanan para pemangku kepentingan baik di tingkat pusat maupun daerah, menuju Indonesia Tangguh Bencana.

Kontributor: Atep Maulana

Comments (0)
Berikan Komentar Anda

Previous PostPenampakan Longsor Brebes
Next PostTsunami (Air Laut Berdiri) Terjang Pantai Palu, Penanganan Darurat Terus Dilakukan