Kegiatan Bulan PRB 2017

Back

A. AGENDA UTAMA

1. Pembukaan
Pembukaan akan dilaksanakan pada tanggal 23 Oktober 2017 pukul 09.00 – 10.00 WIT, di Ballroom Aimas Convention Center (ACC), Kabupaten Sorong, dan direncanakan akan dibuka secara langsung oleh Presiden Republik Indonesia.
Peserta dan undangan (2.000 orang) dalam pembukaan ini adalah beberapa Menteri Kabinet Kerja, Beberapa Duta Besar Negera Sahabat, DPR RI, DPD RI, Panglima TNI, KAPOLRI, Gubernur, Bupati/Walikota, dan DPRD Provinsi, Kepala Pelaksana BPBD Provinsi seluruh Indonesia, NGO dan INGO, Perguruan Tinggi, Forum PRB, serta Organisasi Kebencanaan (daftar terlampir).
Dalam pembukaan ini juga akan dilaksanakan launching, Aplikasi BNPB, MoU Faith Base dengan kelompok Agama/ Masyarakat dan pengurus Organisasi Sosial Masyarakat (OSM) sebagai upaya untuk sosialisasi Pengurangan Risiko Bencana.


2. Pameran Pengurangan Risiko Bencana
Pameran Pengurangan Risiko Bencana ini adalah ajang dan media untuk berbagi informasi terkait capaian dan pembelajaran upaya pengurangan risiko bencana.
Pameran Pengurangan Risiko Bencana ini akan dilaksanakan dialun-alun Kabupaten Sorong pada tanggal 23 – 25 Oktober 2017.


3. Penutupan
Penutupan akan dilaksanakan pada tanggal 24 Oktober 2017 pukul 14.00-18.00 WIT Ballroom Aimas Convention Center (ACC) di Kabupaten Sorong. Dalam penutupan ini, akan dibacakan kesimpulan hasil dari seluruh rangkaian kegiatan Peringatan Bulan Pengurangan Risiko Bencana 2017.

 

B. KNOWLEDGE SHARING (KS)

Knowledge Sharing ini merupakan pertemuan–pertemuan yang dilaksanakan untuk membahas output yang akan dicapai dalam Peringatan Bulan Pengurangan Risiko Bencana Tahun 2017 ini sesuai dengan tema yang telah di tetapkan. Pada tahun 2017 ini, working session akan dibagi dalam 4 tema inti berdasarkan 4 (empat) prioritas Sendai Framework Disaster Risk Reduction (SFDRR) dengan target sasaran 100 peserta di setiap ruangannya. Dari pertemuan yang dilaksanakan tersebut, diharapkan mendapatkan masukan dari berbagai pihak untuk dapat menjadi komitmen bersama dalam Pengurangan Risiko Bencana di Indonesia dalam mendukung pencapaian sasaran dalam RPJMN 2015 – 2019 dalam bidang Penanggulangan Bencana.
Knowledge Sharing yang dilaksanakan meliputi:

– Knowledge Sharing 1 (KS # 1): Memahami Risiko Bencana
(23 Oktober 2017, 13.00-16.00 WIT)
Pertemuan ini membahas pengembangan InaRisk sebagai DSS dan Pemahaman Risiko Bencana di Indonesia, Pengukuran Indeks Ketahanan Daerah dalam Pembangunan dan Capaian Penurunan Indeks Risiko Bencana, Sistem Manajemen Logistik dan Peralatan untuk di Daerah dan Sistem Komando Penanganan Darurat Bencana dan PUSDALOPS.

Materi yang dibahas :
1. Pengembangan InaRISK sebagai DSS
2. Kebijakan Logpal
3. Manajemen penanganan darurat bencana
4. Optimalisasi Ketersediaan Data Ancaman dan Keterpaparan Menggunakan InaSAFE
5. Sosialisasi Mobile Apps BNPB

– Knowledge Sharing 2 (KS # 2) – Penguatan Tata Kelola Risiko Bencana
(24 Oktober 2017, 08.30-12.00 WIT)
Pertemuan ini ditujukan untuk Kelembagaan dan Tata Kelola Bencana di Daerah, Sinergitas antara KL dan Integrasi Blueprint PB dalam Sistem Perencanaan Nasional, Integrasi Rencana Penanggulangan Bencana dengan Perencanaan di Daerah, dan Membangun Forum PRB dan Kerelawanan di Daerah.
Pembicara : Kemendagri, BAPPENAS, Deputi 1 BNPB dan Planas PRB

– Knowledge Sharing 3 (KS # 3) – Investasi Dalam Pengurangan Risiko Bencana
(23 Oktober 2017, 13.00-16.00 WIT)
Pertemuan ini akan akan membahas bagaimana investasi yang efektif dan efisien untuk mengurangi risiko bencana di pusat dan daerah, Pemanfaatan Program Dana Desa dan Pengembangan Desa Tangguh Bencana, Peran Lembaga Usaha dan Mengembangankan Enterprenuership, K3L dalam upaya Penanggulangan Bencana Kegagalan Teknologi untuk PRB, dan Pengembangan Risk Financing dan Risk Transfer dalam Pembangunan.
Materi yang dibahas:
1. PRB Akibat Kebakaran
2. DRF dan PRB
3. Yayasan Danamon Peduli

– Knowledge Sharing 4 (KS # 4) – Perkuatan Kesiapsiagaan dan Penanganan Darurat Bencana serta Pembangunan Lebih Baik dan Lebih Aman
(24 Oktober 2017, 08.30-12.00 WIT)
Pertemuan ini bertujuan untuk berbagi pengalaman dalam Penerapan MHEWS sebagai fungsi DSS dalam Penanggunalangan Bencana, Roadmap Hari Kesiapsiagaan Bencana, Gerakan PRB Berbasis Masyarakat di Daerah dan Build Back Better dalam Tahap Rehabilitasi dan Rekonstruksi Pasca Bencana.
Pembicara : Deputi 1 BNPB dan Deputi 3 BNPB

– Knowledge Sharing 5 (KS # 5) – Pengurangan Risiko Bencana dan Kejasama Internasional
(23 Oktober 2017, 13.00-16.00 WIT)
Pertemuan ini bertujuan berbagi pengalaman kegiatan PRB yang dilakukan oleh Negara-negara mitra Indonesia diantaranya New Zealand bersama Universitas Gadja Mada (UGM) yang menginisiasi penguatan kapasitas penanggulangan bencana didaerah, Pengurangan Risiko Bencana dan Adaptasi Perubahan Iklim dan juga Sinergitas Pengelolaan Bantuan Internasional Untuk Pelaksanaan Adaptasi Pengurangan Iklim dan Pengurangan Risiko Bencana.
Pembicara : Deputi 1 BNPB, Kementerian PPN/Bappenas, UGM, New Zealand/ StiRRRD dan Universitas Hawaii;

– Knowledge Sharing 6 (KS # 6) – Penanggulangan Bencana Non Alam (Zoonosis)
(24 Oktober 2017, 08.30-12.00 WIT)
Dalam pertemuan ini akan membahas pemanfaatan Sistem Koordinasi Penanganan Zoonosis serta pemetaan Zoonosis (Size), Sistem Pendanaan dan Regulasi dana BTT dalam penanganan bencana non alam dan serta aturan dan kolaborasi dengan lembaga internasional untuk merespon bencana non alam, serta penanganan bencana non alam ( Zoonosis) di Indonesia.
Pembicara : Kemen PMK, Kemendagri, Kemenkes dan USAID

– Knowledge Sharing 7 (KS # 7) – Rumah Sakit Aman Bencana
(23 Oktober 2017, 13.00-16.00 WIT)
Pertemuan ini akan membahas Rumah Sakit Aman Bencana dalam kebijakan BNPB, Comprehensif Safe Hospital di Indonesia, Kesiapsiagaan Rumah Sakit dan Kesiapan Komunitas dalam Kedaruratan dan Bencana, Implementasi Prinsip – Prinsip RS Aman Bencana di RS PKU Bima dan RS PKU Palangkarya dan Dukungan Pemerintah Daerah dalam Penerapan Program RS Aman Bencana
Pembicara : BNPB, Kemenkes, MDMC, Direktur RS PKU Bima, BPBD Kota Bima dan BPBD Kota Palangkaraya

– Knowledge Sharing 8 (KS # 8) – Satuan Pendidikan Aman Bencana
(24 Oktober 2017, 08.30-12.00 WIT)
Pertemuan ini membahas program sekolah/madrasah aman dari bencana (SMAB) di Indonesia. Juga akan dipertajam perlunya kolaborasi antar lembaga dalam mewujudkan sekolah dan madrasah aman dari bencana yang komprehensif. Salah satu langkah untuk mendukung ini adalah dengan melakukan pemetaan lembaga, sehingga seluruh pihak akan mengetahui siapa, melakukan apa, dimana dan apa saja program yang sedang (atau akan) dilakukan, sehingga diharapkan kita akan mengetahui upaya apa saja yang perlu diprioritaskan kedepannya.
Adapun materi yang akan disampaikan diantaranya Peran SEKNAS dalam pengelolaan sekolah/madrasah aman bencana di Indonesia, Integrasi data dan peta di web InaRisk BNPB-Dapodik Kemdikbud, dan Dukungan dan peran lembaga non pemerintah dalam implementasi sekolah aman di Indonesia.
Pembicara: Kemdikbud / Ketua Seknas Sekolah/madrasah aman bencana, BNPB, dan Unicef.

– Knowledge Sharing 9 (KS # 9) – Inklusif Disabilitas dan PUG dalam PRB 
(23 Oktober 2017, 13.00-16.00 WIT)

– Knowledge Sharing 10 (KS # 10) – Masyarakat Tangguh, Indonesia Tangguh: Membangun Ketangguhan Masyarakat Melalui Sinergitas Multipihak 
(24 Oktober 2017, 08.30-12.00 WIT)

 

C. SIDE EVENT

Side Event ini merupakan kegiatan pendukung dalam Peringatan Bulan Pengurangan Risiko Bencana. Kegiatan ini dikoordinasikan oleh BNPB dan BPBD Provinsi Papua Barat meliputi:

– Rally PRB
(Kab. Manokwari ke Kota Sorong, 22 Oktober 2017, 08.00 – 16.00 WIT)
Rally PRB akan menggunakan mobil rescue BNPB, BPBD, Basarnas, TNI, Polri dll dengan total 150 mobil. Dalam rangkaian kegiatan ini akan dilakukan penanaman 1000 Matoa, pemasangan rambu longsor dan informasi kebakaran lahan dan hutan di Kabupaten Tabrauw.
Pendaftaran akan dibuka mulai pada tanggal 7 sampai dengan 18 Oktober 2017. Upacara Pelepasan Rombongan rally PRB akan dilepas oleh Kepala BNPB/Gubernur Papua Barat/Bupati Manokwari. Peserta Rally diharapakan telah berada di Kabupaten Manokwari pada tanggal 21 Oktober 2017. 

– Bersih Sungai di Sorong dan Peresmian Komunitas Sekolah Sungai Papua Barat
(Kota Sorong, 22 Oktober 2017, 08.00 – 17.00 WIT)
Kegiatan ini merupakan sebuah proses pemberdayaan komunitas melalui pengalaman mengatasi dan menghadapi bencana yang berfokus pada kegiatan partisipatif untuk melakukan serta pelibatan dan aksi dari berbagai pemangku kepentingan, dalam menanggulangi bencana sebelum terjadi. Kegiatan Bersih sungai ini dipusatkan di Sungai Remu Sorong dengan melibatkan BNPB, BPBD Prov. Papua Barat, BPBD Kota Sorong, BPBD Kab. Sorong, Sekolah Sungai Sorong, perangkat daerah terkait, dan masyarakat sekitar.
Sore harinya (dimulai pukul 15.00-17.00 WIT) akan dilaksanakan peresmian Komunitas Sekolah Sungai Papua Barat oleh Kepala BNPB, Gubernur Papua Barat, dan Bupati Manokwari di lokasi yang sama.

– Lomba Cerdas Cermat BPBD
(Kab. Sorong, 23 dan 24 Oktober 2017, 08.00 – 13.00 WIT)
Lomba ini bertujuan untuk mengukur tingkat pemahaman personil BPBD mengenai penanggulangan bencana di Indonesia. Peserta berasal dari 34 BPBD Provinsi. Pendaftaran dimulai dari tanggal 20 September – 10 Oktober 2017.
Pelaksanaan lomba ini dibagi menjadi 2 (dua) hari. Babak penyisihan (8 pertandingan) akan dilaksanakan pada tanggal 23 Oktober 2017, sedangkan babak Semi Final dan Final (3 pertandingan) akan dilaksanakan pada tanggal 24 Oktober 2017. Sebagai bagian dari kegiatan ini, peserta diharapkan untuk menyiapkan yel-yel dan menggunakan busana daerah pada saat lomba karena akan diberikan hadiah khusus bagi peserta dengan yel dan busana terbaik. 

– Field Trip
(Kota Sorong dan Kab. Raja Ampat, 25 Oktober 2017, 08.00 – 17.00 WIT)
Field Trip pada tahun ini memiliki rute dari Sorong ke Ibukota Kabupaten Raja Ampat yang akan dilaksanakan pada tanggal 25 Oktober 2017. Field trip ini bertujuan mengharapkan dapat menjadi suatu wadah untuk bertukar pikiran dan berbagi pengalaman antar organisasi. Kegiatan ini juga dimaksudkan untuk mempererat koordinasi dan komunikasi baik pada saat pra bencana, tanggap darurat maupun pasca bencana.
Dalam kegiatan ini akan diresmikan kantor BPBD Kabupaten Raja Ampat oleh Bupati Raja Ampat. Peserta kegiatan ini berasal dari komunitas masyarakat, orsosmas, lembaga usaha, perguruan tinggi serta pemerintah daerah dengan jumlah peserta berkisar 400 orang setiap sesinya. 

 
 
 

Rally PRB di Hari Ketiga Peringatan Bulan PRB

Risikobencana.co. Sorong, 24/10/2017 - Bulan Peringatan Risiko Bencana (PRB) yang diselenggarakan di Papua Barat pada 22 – 25 Oktober 2017 berjalan dengan baik.

Acara pada hari ketiga diselenggarakan rally PRB, pemasangan Vest BNPB dan nametag Koordinator peserta rally Gubernur Papua Barat Bapak Dominggus Mandacan,Wakil Ketua DRD dan Wakil Pagdam TNI betempat di Kantor Gubernur jam 05.00 WIT. Rally diikuti 150 kendaraan dengan 264 orang peserta. Rally akan melalui 3 Kab/Kota Manokwari, Tambrauw dan Sorong. Diperkirakan sampai Sorong jam 8 malam ini.

Badan Nasional Penanggulangan Bencana (BNPB) memilih tema tersebut sebagai sinergi terhadap semangat Nawacita di bawah kepemimpinan Presiden Republik Indonesia Joko Widodo. Program pembangunan yang tertuang dalam Nawacita dan terintegrasi dalam Rencana Pembangunan Jangka Menengah Nasional (RPJMN) 2015 – 2019 menekankan pada penanggulangan bencana, khususnya PRB, ke dalam perencanaan pembangunan nasional hingga lokal.

Bulan PRB masih akan terselenggara hingga Rabu (25/10/2017). BNPB bersama tuan rumah Pemerintah Provinsi Papua Barat menyelenggarakan peringatan ini dengan beberapa agenda seperti knowledge sharing, rally PRB, bersih sungai dan pengukuhan sekolah sungai, pelatihan manajemen bencana, pameran dan sebagainya. Penyelenggaraan yang berlangsung 4 hari ini berlangsung di empat tempat, yaitu Kota Sorong, Kabupaten Sorong, Kabupaten Tambraw dan Kabupaten Raja Ampat. (santi)

 

 

 

 

Pengukuhan Gerakan Sekolah Sungai Papua Barat sebagai Upaya PRB

Risikobencana.co. Sorong,24/10.2017 - Badan Nasional Penanggulangan Bencana (BNPB) telah mengawali gerakan sekolah sungai di beberapa wilayah, seperti Yogyakarta dan Klaten. Dalam Peringatan Bulan Pengurangan Risiko Bencana (PRB) 2017 yang berlansung di Provinsi Papua Barat, BNPB juga mengukuhkan gerakan tersebut. Gerakan sekolah sungai ini sebagai wadah untuk pengelolaan risiko bencana di daerah aliran sungai dengan pendekatan ecosystem based.

Pengukuhan gerakan sekolah sungai berlangsung di pinggir Sungai Remu, tepatnya Jembatan Hansen, Kota Sorong, Papua Barat pada Minggu (22/10). Dipilihnya sungai ini karena masyarakat di sekitar sungai selalu mengalami banjir akibat luapan Sungai Remu setiap tahunnya. Ini menjadi momentum besar untuk melakukan upaya bersama dalam pengurangan risiko bencana.

Kepala BNPB Willem Rampangilei mengatakan sungai dapat memperburuk kondisi masyarakat. Oleh karena itu, Willem mengharapkan partisipasi aktif masyarakat untuk menjaga sungai.

"Berbicara mengenai pengurangan risiko bencana, tidak mungkin pemerintah saja, jadi harus ada kolaborasi berbagai pihak sehingga perlu ada gerakan sekolah sungai."

"Sungai ini sumber kehidupan manusia, untuk irigasi, kehidupan flora dan fauna, serta sarana transportasi," kata Willem di hadapan warga setempat, relawan, dan perwakilan komunitas sekolah sungai Papua Barat di Jembatan Hansen, Kota Sorong.

Willem menambahkan bahwa aktivitas pencemaran, pendangkalan, dan pembuangan sampah perlu mendapatkan keseriusan dari semua pihak.

"Ini merupakan panggilan darurat sehingga tanpa partisipasi masyarakat tidak mungkin untuk mengembalikan fungsi sungai. Harapan tumbuh terhadap kesadaran akan fungsi sungai harus dijaga."

"Sungai ini aset untuk kehidupan dan penghidupan masyarakat," demikian pesan Kepala BNPB kepada masyarakat sekitar Sungai Remu.

Sementara itu, Kepala Pelaksana Badan Penanggulangan Bencana Daerah (BPBD) Papua Barat Derek Ampnir membacakan komitmen Pemerintah Provinsi yang menyatakan keseriusan dalam pembinaan sekolah sungai sekaligus sebagai aset di Papua Barat.

Tujuan dari gerakan sekolah sungai adalah melatih dan membekali calon fasilitator sehingga menumbuhkan komitmen dan meningkatkan kapasitas dalam mengelola dan memanfaatkan sumber daya air dan sungai di daerah dalam rangka gerakan pengurangan risiko bencana. Terciptanya jejaring atau komunikasi pinggiran sungai sebagai agen restorasi sungai sebagai bagian dari kaderisasi dalam memperkuat dan mengembangkan gerakan pengurangan risiko bencana.

Selesai pengukuhan gerakan sekolah sungai, para relawan melakukan kegiatan 'Bersih Sungai Remu.' Kegiatan ini merupakan rangkaian kegiatan Peringatan Bulan PRB yang berlangsung pada 22-25 Oktober 2017 di Sorong, Papua Barat. Informasi lebih lanjut mengenai rangkain kegiatan dapat diakses di laman peringatanbulanprb.net. (Dwi)

Pengurangan Risiko Bencana Sebagai Investasi Pembangunan

Risikobencana.co. Sorong, 21/10/2017. – Pengurangan Risiko Bencana (PRB) Sebagai Investasi Pembangunan merupakan tema penyelenggaraan Peringatan Bulan PRB 2017, yang berlangsung di Papua Barat pada 22 – 25 Oktober 2017. Badan Nasional Penanggulangan Bencana (BNPB) memilih tema tersebut sebagai sinergi terhadap semangat Nawacita di bawah kepemimpinan Presiden Republik Indonesia Joko Widodo. Program pembangunan yang tertuang dalam Nawacita dan terintegrasi dalam Rencana Pembangunan Jangka Menengah Nasional (RPJMN) 2015 – 2019 menekankan pada penanggulangan bencana, khususnya PRB, ke dalam perencanaan pembangunan nasional hingga lokal.

Kepala BNPB Willem Rampangilei menegaskan bahwa sasaran RPJMN untuk melindungi pusat-pusat pertumbuhan ekonomi dari ancaman bencana sehingga menjamin keberlanjutan pembangunan. Dalam RPJMN tersebut, Pemerintah telah menetapkan prioritas 136 kabupaten/kota sebagai pusat pertumbuhan ekonomi yang berisiko tinggi.

“Upaya pengurangan risiko bencana bukan semata-mata sebagai pengeluaran tetapi telah diperhitungkan sebagai investasi pembangunan.”

Willem menambahkan bahwa penanggulangan bencana, khususnya upaya PRB, mampu untuk meningkatkan ketahanan sehingga tidak mempengaruhi secara serius proses pembangunan. Salah satu upaya dalam implementasi PRB tersebut dengan menurunkan indeks risiko bencana pada pusat-pusat pertumbuhan ekonomi tadi. Pada 2016 lalu, BNPB bersama semua stakeholders mampu menurunkan indeks risiko bencana turun sebesar 15,98%; dan pada 2019 nanti diharapkan turun hingga 30% sesuai yang ditetapkan pada RPJMN.

Peringatan Bulan PRB 2017 kali ini tidak terlepas dari tujuan untuk memperkuat pemahaman pemerintah dan masyarakat terhadap aktivitas PRB sebagai investasi untuk ketangguhan. Investasi yang diharapkan mencakup pembangunan kesadaran bersama, pembangunan dialog dan pengembangan jejaring antar pelaku PRB, serta ajang pembelajaran bersama pelaku PRB di seluruh Indonesia.

“Investasi PRB perlu selalu dilakukan secara fokus dan inklusif dalam pembangunan berkelanjutan agar manfaatnya dapat langsung dirasakan oleh masyarakat. Oleh karena itu, untuk mendukung kemajuan-kemajuan dalam upaya penanggulangan bencana ini diperlukan komitmen yang kuat antara Pemerintah, pemerintah daerah, masyarakat, dan sektor swasta,” kata Willem pada sambutan pembukaan Peringatan Bulan PRB 2017 di Aimas Convention Center, Sorong, Papua Barat pada Senin (23/10).

BNPB bersama tuan rumah Pemerintah Provinsi Papua Barat menyelenggarakan peringatan ini dengan beberapa agenda seperti knowledge sharing, rally PRB, bersih sungai dan pengukuhan sekolah sungai, pelatihan manajemen bencana, pameran dan sebagainya. Penyelenggaraan yang berlangsung 4 hari ini berlangsung di empat tempat, yaitu Kota Sorong, Kabupaten Sorong, Kabupaten Tambraw dan Kabupaten Raja Ampat.

Terpilihnya Papua Barat karena provinsi ini memiliki sumberdaya yang besar sebagai tuan rumah berskala nasional, sarana pertukaran pengetahuan terkait PRB dan peluang dalam peningkatan pendapatan lokal melalui sektor pariwisata dan sektor ekonomi lain. Sementara itu, berbagai pihak turut berpartisipasi dalam penyelenggaraan Peringatan Bulan PRB ini, seperti Bank Rakyat Indonesia dalam mendukung pameran yang berlangsung di Alun-alun Kabupaten Sorong.

Informasi lebih lanjut mengenai rangkaian kegiatan selama Peringatan Bulan PRB 2017 dapat diakses pada laman peringatanbulanprb.net.

Dr. Sutopo Purwo Nugroho, M.Si.
Kepala Pusat Data, Informasi dan Humas BNPB

Saatnya Kamu Menjadi Bagian dari Indonesia Tangguh

Kamu bisa berbagi inspirasi, pengetahuan, dan keselamatan dengan bergabung bersama risikobencana.co
Mari mencintai Indonesia segenap siaga!

Gabung Sekarang